I wish you’ll never read this.
-
After 365 Days
Bukankah aneh melihat bagaimana dunia membawaku berkeliling, tapi tetap saja ujungnya kamu selama bertahun-tahun. Ia selalu saja berputar-putar pada satu poros yang sama, tapi kita selalu berseberangan. Aku melihatmu, kamu pun sebaliknya, tapi kita diam saja. Nyaliku sebatas memastikanmu baik-baik saja dari unggahan yang kau pajang beberapa. Lucu, karena setelah semua itu, dunia membawakan Continue reading
-
Khianat
Dari aku (myself)Untuk aku (my inner self) Menangis? Itu wajar, karena kita mengira seseorang yang kita rasa akan menjadi pelabuhan terakhir. Orang yang akan menjadi bagian terakhir dalam hidup, ternyata pergi meninggalkan kita. Kita tidak salah sama sekali karena menangisi hal itu, itu menurutku sangatlah wajar, karena saat ini kita sedang terluka, merasa kehilangan, dan Continue reading
-
Dua isi kepala
Tadi pagi dua manusia bangun dengan kekalutan pada masing-masing kepala. Terbangun dari batin yang lelah membantah, membela diri, dan menunjuk siapa yang salah. Terdengar suara yang sepertinya cuma melayang sia-sia, ternyata menghunjam sempurna pada masing-masing telinga. Semalaman mereka mencari jalan keluar yang hampir tidak ada. Masalah kecil membola menjadi pertengkaran besar. Bergerak dari satu masalah, Continue reading
-
Siluet
Aku teringat masa-masamu menggenggam tanganku erat. Mengucapkan beberapa kalimat yang selalu saja berhasil membuatku terpikat. Hingga akhirnya kita memilih untuk berserikat. Menjalin hubungan tanpa nama yang tak pernah terpikir akan tersekat begitu cepat. Hari-hariku yang abu berubah menjadi penuh warna sejak pertemuan kita. Tak pernah sekalipun juga tetesan hujan bisa menghapus semua pusat bahagia. Semuanya Continue reading
-
Jatuh Cinta
Aku mendengarkan salah satu lagu Taylor Swift saat waktu luang kelas komputerku. Perempuan itu berada tepat di belakangku, menyenandungkan nada-nada dari bait-bait lirik yang aku suka. Suara lembut dan manis madu keluar dari bibirnya. Saat itu, aku menahan senyuman, menggigit lidah bagian dalam untuk mencegah diriku tampak seperti orang bodoh yang tersenyum sendiri. Namun, akhirnya Continue reading
-
Let’s talk with Ya
Hallo! Senang sekali jika kalian mampir di blog ini. Kenalkan aku Ya, aku adalah mahasiswa Teknik di salah satu kampus di Malang. Talk with Ya ada karena aku senang sekali bercerita dan membahas tentang apapun, mulai dari hal yang aku pikirkan, aku rasakan, dan aku alami. Lalu lahirlah blog dengan nama Talk with Ya. Makanya, Continue reading
